AdvertorialKotabaru

TP PKK Kotabaru Dukung Literasi Inklusif untuk Tingkatkan Keterampilan dan Kemandirian Perempuan

KOTABARU, faktakalsel.com – Pengembangan literasi berbasis inklusi sosial di Kabupaten Kotabaru terus didorong agar tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan, produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut mendapat dukungan dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kotabaru yang turut mendorong pengembangan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, melalui kegiatan literasi yang dapat memberikan manfaat secara langsung.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi yang digelar di Kabupaten Kotabaru, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathul Jannah Muhidin dan Ketua TP PKK Kabupaten Kotabaru Suci Anisa Rusli.

Kehadiran Hj. Fathul Jannah Muhidin dan Suci Anisa Rusli menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam kegiatan literasi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan peluang usaha.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Sri Mawarni, S.Sos., M.Si., mengatakan perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca, tetapi harus mampu menjadi ruang belajar, berkarya, berinovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

“Literasi tidak boleh hanya menjadi urusan perpustakaan. Literasi adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Sri Mawarni juga mendorong perpustakaan desa, Posyandu, PKK dan Taman Baca Masyarakat agar aktif hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan akses pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan, pemuda serta kelompok masyarakat lainnya.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan “Seni Merangkai Buket dan Peluang Usaha Rumahan”.

Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan praktik langsung mengenai seni merangkai buket, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai bagaimana keterampilan kreatif dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Pelatihan ini menjadi salah satu contoh nyata penerapan literasi berbasis inklusi sosial, di mana pengetahuan yang diperoleh masyarakat diarahkan menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas dan kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Kotabaru M. Fuad Fahruddin, S.Ag., M.M., mengatakan pengembangan literasi perlu disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal masyarakat.

Menurutnya, berbagai sektor dapat menjadi bagian dari pengembangan literasi, mulai dari perikanan, pertanian, perkebunan, UMKM, kuliner, hingga pengembangan kapasitas pemuda dan perempuan.

“Pengetahuan yang diberikan hendaknya dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, program literasi dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan pengolahan produk, pemasaran digital, fotografi produk UMKM, kelas komputer, literasi digital serta keterampilan kreatif yang memiliki peluang ekonomi.

Fuad menegaskan, keberhasilan program literasi berbasis inklusi sosial membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, kampus, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat.

Melalui penguatan TPBIS dan dukungan berbagai pihak, termasuk TP PKK Kabupaten Kotabaru, literasi diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat dan mampu melahirkan perempuan yang lebih terampil, mandiri dan produktif, sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi aktivitas membaca dan memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi jalan untuk belajar, berkarya, berdaya dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Kotabaru.

Related Posts

1 of 166