Berita Daerah

Dinas PMD Kalsel Lakukan Penilaian Desa Berkinerja Baik, Desa Lok Gabang Pimpin Skor Tertinggi

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan rapat penilaian, verifikasi, dan validasi terhadap tujuh desa dari tujuh kabupaten yang mengikuti Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam rangka percepatan penurunan stunting. 

Dari hasil penilaian yang dilakukan secara menyeluruh, Desa Lok Gabang di Kabupaten Banjar dinyatakan sebagai desa dengan skor tertinggi dan menempati peringkat pertama.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dinas PMD Kalsel, Eko Suhermanto, usai rapat penilaian yang digelar pada Kamis (4/7/2025) lalu. 

Ia mengatakan penilaian dilakukan oleh tim juri lintas instansi yang terdiri dari perwakilan DPMD Kalsel, Bappeda, Dinas Kesehatan, DP3AKB, TP-PKK, serta Tim Profesional Pemberdayaan Masyarakat (TPP) Provinsi Kalimantan Selatan.

“Penilaian yang kami lakukan meliputi verifikasi data dan validasi terhadap dua instrumen utama, yaitu administrasi dan inovasi desa. Dari hasil scoring, Desa Lok Gabang mendapat nilai tertinggi dibanding tujuh desa lainnya,” ungkap Eko mewakili Kadis PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah, Senin (7/7/2025).

Adapun tujuh desa yang mengikuti penilaian tahun ini adalah Desa Lok Gabang Kabupaten Banjar, Desa Kepayang Kabupaten Tapin, Desa Hamayung Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Desa Jingah Bujur Kabupaten Hulu Sungai Utara, Desa Ampukung Kabupaten Tabalong, Desa Panggung Kabupaten Tanah Laut, Desa Muara Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurut Eko, penilaian ini dilakukan sebagai bagian dari strategi daerah untuk mendorong desa agar lebih aktif dan inovatif dalam penanganan stunting. Desa Lok Gabang sendiri dinilai unggul karena memiliki lima inovasi dalam penurunan stunting, yang menjadi perhatian utama tim penilai meskipun nama inovasi belum secara rinci dipaparkan.

“Secara keseluruhan, inovasi yang dimiliki Desa Lok Gabang mendapat nilai lebih di mata tim juri karena terbukti aplikatif dan berdampak langsung terhadap percepatan penanganan stunting di tingkat desa,” tuturnya.

Meski sudah dilakukan verifikasi dan scoring, tim penilai akan kembali melakukan kunjungan langsung ke Desa Lok Gabang dalam waktu dekat. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kembali kelengkapan dokumen serta memperbaiki data yang masih dianggap kurang sebelum dikirim ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Sebelum data kami serahkan ke pusat, tim akan lakukan penguatan data yang masih dinilai kurang. Ini penting agar saat masuk ke tahap penilaian nasional, data yang disajikan sudah benar-benar matang,” jelas Eko.

Sebagai bagian dari persyaratan administratif, saat ini Dinas PMD Kalsel juga sedang menyiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dokumen pendukung utama pengajuan ke Kemendes. Meskipun sebelumnya telah dibuat SK penetapan dari Kepala Dinas PMD, namun SK Gubernur tetap menjadi syarat mutlak dalam proses administrasi ke tingkat pusat.

“SK Gubernur sedang kami proses. Draft-nya sudah dibuat dan akan segera dikirim untuk penataan naskah dinas. Ini menjadi salah satu syarat wajib agar pengajuan dari daerah dapat diterima oleh pusat,” kata Eko.

Dengan skor tertinggi yang diraih dan inovasi yang dimiliki, Desa Lok Gabang dipandang memiliki peluang besar untuk mewakili Kalimantan Selatan di tingkat nasional sebagai Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting. Tim penilai optimistis bahwa desa ini dapat bersaing dengan desa-desa unggulan dari provinsi lain.

“Semangat pemerintah desa dan masyarakat Lok Gabang dalam menangani stunting sangat terlihat. Ini jadi modal kuat bagi mereka untuk melangkah ke tingkat nasional,” tutup Eko. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Related Posts

1 of 37