AdvertorialTanah Bumbu

Kepala Dispersip Tanah Bumbu Buka Workshop Bapandung, Dukung Penguatan Literasi Budaya

BATULICIN, faktakalsel.com – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tanah Bumbu, Yulia Rahmadani, membuka Workshop Bapandung di Gedung Aksi Merah Putih, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (7/11/2026).

Pembukaan kegiatan diawali dengan tarian selamat datang khas Banjar, Baksa Kambang, yang dibawakan oleh LM Project.

Selanjutnya, Yulia Rahmadani secara simbolis memukul gong didampingi perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Yayasan Rumah Pena BerAksi, dan tamu undangan lainnya sebagai tanda dimulainya workshop.

Dalam sambutannya, Yulia mengapresiasi kolaborasi para pendidik dan komunitas literasi dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang berorientasi pada pengenalan budaya lokal. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat kapasitas guru dalam mengenalkan seni dan tradisi daerah kepada peserta didik.

“Workshop ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan seni, budaya, dan wawasan, khususnya untuk memperkuat kapasitas serta literasi di lingkungan sekolah agar generasi muda tetap mengenal akar budaya lokalnya,” ujar Yulia.

Workshop Bapandung 

Workshop yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bahasa ini merupakan kolaborasi MGMP Bahasa Indonesia SMA se-Tanah Bumbu bersama Yayasan Rumah Pena BerAksi. Mengusung tema “Menjaga Akar, Merawat Rasa”, kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya mengenalkan kembali kekayaan tradisi lisan daerah dalam pembelajaran.

Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Se-Tanah Bumbu, Arif Rachman, mengatakan kegiatan ini diinisiasi untuk memberikan ruang belajar bagi para guru agar lebih dekat dengan tradisi lisan daerah dan dapat mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan wawasan para guru semakin meningkat sehingga nantinya dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Rumah Pena BerAksi, Puja Mandela, menyampaikan antusiasmenya atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut. Ia berharap workshop ini menjadi salah satu ruang bagi pendidik dan generasi muda untuk mengenal serta mengembangkan tradisi Bapandung.

“Kami ingin memastikan ruang-ruang kreatif seperti ini terus ada, sehingga para guru dan generasi muda memiliki wadah untuk merawat tradisi,” ungkap Puja.

Selama dua hari, workshop ini menghadirkan pelaku seni peran asal Barabai, Riza Atmoerakata, sebagai pemateri. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi penampilan, latihan dasar, hingga praktik langsung oleh peserta.

Melalui proses tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan dasar dalam mengenal serta mengembangkan Bapandung sebagai bagian dari warisan budaya Banjar.

Related Posts

1 of 186